Arsip untuk Desember, 2008

Berkenalan dengan Si Bandel Faringitis

Pancaroba biasanya turut ditandai dengan ramainya penyakit “musiman” yang menjangkit karena menurunnya daya tahan tubuh. Nah, salah satu penyakit yang rajin menghinggapi saya adalah radang tenggorok atau istilah medisnya faringitis., minimal empat bulan sekali saya berlangganan penyakit ini sampai-sampai saya menyebutnya siklus triwulan-an

Berhubung dah 2 hari ini bermasalah dengan si faringitis ini, saya iseng2 deh googling infonya..untuk lebih ngenal si bandel ini..kata orang kalo g kenal maka taaruf kan y he3x. Biarpun g tergolong berat tapi cukup mengganggu aktivitas juga nih apalagi biasanya faringitis datang paketan sama flu jadi tambah berabe deh..G usah berpanjang lebar lagi berikut profil lengkap si bandel yang berhasil saya rangkum:

Nama Beken

Radang tenggorok; faringitis (medis), pharyngitis (latin)

Definisi

Suatu penyakit peradangan yang menyerang tenggorok atau faring.

Agen

Radang ini bisa disebabkan oleh virus atau bakteri, disebabkan daya tahan yang lemah.

* Catatatan: Gejala radang tenggorokan seringkali merupakan pratanda penyakit flu atau pilek.

Jenis Faringitis berdasarkan Agen Penyebab:

  1. Faringitis akibat Virus

a.Disebabkan virus common cold, flu, adenovirus, mononukleosis atau HIV

b.Biasanya tidak ditemukan nanah ditenggorokan

c.Demam ringan atau tanpa demam

d.Jumlah sel darah putih normal atau agak meningkat

e.Kelenjar getah bening normal atau sedikit membesar

f.Tes apus tenggorokan memberikan hasil negatif

g.Pada biakkan dilaboratorium tidak tumbuh bakteri

Gejala yang dirasakan (Symptom)
Demam, tidak bergairah, rasa nyeri di kepala, mual Bisa disertai dengan suara serak, batuk dan radang pada hidung (Rhinitis). Penyakit ini dapat berlangsung selama1-2 hari atau dalamkondisi tertentu dapat menetap sampai seminggu lamanya.


Pengobatan Faringitis Virus

Karena penyebabnya adalah virus maka tidak diperlukan antibiotika, cukup diberikan obat-obat yang dapat menghilangkan gejala-gejala itu. Kadangkala makan makanan yang sehat dengan buah-buahan yang banyak, disertai dengan vitamin bisa menolong.


2. Faringitis akibat Bakteri

a.Sering ditemukan nanah di tenggorokan

b.Demam ringan sampai sedang

c.Jumlah sel darah putih meningkat ringan sampai sedang

d.Pembengkakkan ringan sampai sedang pada kelenjar getah bening

e.Tes apus tenggorokan memberikan hasil positif untuk strep throat

f.Bakteri tumbuh pada biakkan di laboratorium


Gejala yang dirasakan (Symptom)

Penyakit ini cenderung akut dengan disertai demam yang tinggi, sakit kepala, rasa nyeri di perut dan muntah-muntah.Tenggorokan terasa nyeri, amandel menjadi berwarna merah dan membengkak. Pada anak yang sudah lebih besar,akan terlihat adanya lapisan seperti krim di atas amandel (eksudat) yang tidak mengeluarkan darah bila disentuh. Kelenjar getah bening di leher sering membengkak dan terasa nyeri bila ditekan. Berbeda dengan faringitis virus, penderita faringitis streptokokus tidak mengalami rhinitis, suara serak atau batuk.

Komplikasi yang mungkin

Penyakit ini, jika dibiarkan sampai menjadi berat, dapat menimbulkan radang ginjal (glomerulonefritis akut), demamrematik akut, otitis media (radang telinga bagian tengah), sinusitis, abses peritonsila dan abses retropharynx (radang di sekitar amandel atau bagian belakang tenggorokan yang dapat menimbulkan nanah).

Pengobatan Faringitis Bakteri

Penisilin G merupakan antibiotika yang dipilih untuk mengatasi faringitis streptokokus. Respon dapat diharapkan dalam waktu 4-36 jam. Pengobatan diberikan selama paling sedikit 10-14 hari jika dapat dipastikan bahwa
penyebabnya adalah streptokokus ß hemolitikus grup A. Hal ini adalah untuk mengurangi insiden demam rematik. Untuk menurunkan panas dan menghilangkan rasa sakit dapat diberikan parasetamol atau aspirin. Sebaiknya makan makanan yang luna
k.

Hal-hal yang bisa dilakukan ketika gejala ini menyerang:

1. Istirahat yang cukup. Radang tenggorokan sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya asal banyak beristirahat dan mengonsumsi makanan bergizi.

2. Bila anak terserang penyakit ini, biasanya dia akan malas makan karena sakit saat menelan. Namun usahakan agar si anak tetap mengonsumsi makanan yang cukup dan bergizi untuk mempertahankan kadar gula darah dalam tubuhnya. Agar anak mau makan, maka perlu dibuat variasi menu agar anak tertarik.

3. Perbanyak minum air putih dan hindari makanan yang bisa menyebabkan iritasi. Misalnya makanan yang terlalu pedas atau asam.

4. Berkumurlah dengan air garam hangat selama beberapa kali dalam sehari.

5. Jika dalam beberapa hari gejala belum reda, maka segeralah periksa ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Mengatasi radang tenggorokan penting dilakukan. Namun yang lebih penting adalah mencegah agar tidak terkena penyakit ini. Mencegah memang selalu lebih baik daripada mengobati.

Ternyata banyak juga ya hal baru yg saya dapat..bersiap untuk mempraktekkan ah

Source: dirangkum dari berbagai sumber

Postingan ini sebenarnya saya dah muat di FS saya dua bulanan lalu.

tapi siapa atau aja berguna..

Komentar bertahan »

Syndrom 20 itu….Menjangkitiku!!

Syndrom 20? Wah..sejenis kumpulan penyakit apakah itu? He2x..jangan terlalu serius dulu..istilah itu saya pinjam dari istilah teman2 semasa kuliah, dengan alasan di usia sekitar itulah syndrom ini mulai menjangkit, meski g menutup kemungkinan di bawah usia itu juga sudah terkena.

Jadi apa toh sebenarnya syndrom 20 itu? Syndrom 20 adalah suatu kondisi dimana keinginan untuk membina rumah tangga a.k.a menikah memuncak (lagi2 soal nikah..he2x dah ketebak y), kondisi ini sangat fluktuatif , bergantung pada ada tidaknya faktor pencetusnya. Faktor pemajannya bisa macam2 bisa karena baca buku atau film yang menyentuh ranah pernikahan (tentunya yang bernada indah dong), lewat diskusi atau obrolan ringan seputar isu ini (biasanya saat kumpul dengan teman lama, reuni, atau saat kumpul keluarga). Bentuknya beragam seperti obrolan berikut: “Eh tau g si A udah nikah lho ..atau si B sekarang sudah punya momongan loh dan sebagainya..dan sebagainya.. Namun (berdasarkan pengalaman saya nih), pencetus yang paling efektif adalah saat teman atau saudara terdekat kitalah yang menikah..wuih susah untuk g tergerak..apalagi kalau sang mempelai adalah teman sepermainan kita..ma’nyus deh rasanyaJ

Hal inilah yang terjadi dengan saya minggu ini…3 orang dekat saya (2 sepupu dan 1 teman kecil saya) menikah dalam jangka waktu 1 minggu sekaligus. Bukan..bukan saya iri atau tidak senang dengan pernikahan mereka. Saya turut bahagia dengan segunung doa dan harapan semoga pernikahan mereka senantiasa diiringi barokahNya. Namun..kejadian ini sedikit banyak mengusik sisi kemanusian saya..terlebih bagi seorang muslim,saya sadar betul betapa besarnya esensi pernikahan sebagai ibadah, tidak tanggung2 nilainya setara dengan separoh agama!!

Sewaktu teman kuliah saya menikah beberapa waktu lalu, saya masih nyantai-nyantai aja sewaktu ditodong sama Dinie temen sekelas saya juga. Dia nanya apakah saya ga terusik dengan kondisi temen2 seangkatan yang sudah cukup banyak beralih status (kalo g salah udah sekitar 8 y?). Kira2 jawaban saya kaya’ gini:“ya udahlah din..nikah kan bukan suatu kompetisi..setiap orang dah ada jatah waktunya masing2, kita ga bisa menginterupsinya..kita hanya perlu bersabar..Allah pasti lebih tau saat yang paling tepat untuk kita..toh saya masih comfort dengan kejombloan saya ini..malah bisa fokus pada proyek besar saya (apalagi kalau bukan ngejar beasiswa:))“.

Baru beberapa bulan berselang, gantian saya yang mengalami kegalauan yang sama..mengingat jawaban saya waktu itu sama dinie saya jadi malu sendiri! (He2x sorry din..kadangkala di satu titik..hati mang g bisa kompromi sama logika y, payah!).

Bukan kali ini saja saya mengalaminya, yang lebih parah saat skripsi saya terbentur kendala yang cukup serius. Ketika teman2 sudah merampungkan proposalnya, saya masih harus berkutat dengan laporan magang yang dituntut seideal mungkin oleh pembimbing saya. Kala itu saya merasa lelah untuk menghadapi masalah sendirian terlebih saat itu teman2 terdekat yang biasanya selalu ada, mulai menjauh sama2 tertelan kesibukan skripsi masing-masing. Cengeng banget y! Untung ada novel Laskar Pelangi (LP) yang selalu manjur mengobati rasa frustasi saya..tiap kali saya mulai jenuh, tiap kali itu pula saya menekuri kata demi kata yang melukiskan perjuangan anak2 belitong itu, terlebih cerita mengenai lintang yang harus terhenti mimpinya karena terlanggar takdir..seketika saya merasa jadi orang yang sangat beruntung!. LP selalu berhasil menyuntik semangat saya..jadi bisa dibilang LP merupakan salah satu referensi skripsi saya ..dari aspek spiritual tentunyaJ.

Tiap kali mengalami syndrom 20 ini..Entah mengapa saya jadi resah..resah dengan masa penantian yang harus saya lewati..bisa jadi penantian itu hanya sebentar bisa juga sangat lama atau bahkan mungkin saya tidak termasuk golongan yang beruntung mendapat pasangan di dunia.. Wallahu’alam Bishawab.. Saya g mau berandai-andai. Saya pasrahkan semuanya pada Allah..Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambaNya..

Saya jadi ingat sms salah satu teman saya kira2 bunyinya begini:

Goreslah kanvas kehidupanmu dengan sketsa cita dan rencana..

Namun biarkan sang Pelukis Takdir untuk menghiasnya dengan kuas ketentuanNya ..

Sungguh, takdirnya selalu indah..”

kata-kata yang menentramkan, bukan? tepat sekali untuk hati yg sdg bergejolak

Ya Rabbi..

Malam ini hamba kembali tersungkur mengadu padaMu..

Bukan..bukan maksud hamba mengeluhkan garis ketentuanMu

Hamba hanya ingin memohon KemurahanMu

Wahai Allah…

Engkau adalah Sang Pemilik Takdir

Sesungguhnya takdirMu kebal terhadap segala bentuk kalkulasi,

maka kukuhkanlah hati ini dengan tonggak keyakinan akan ketentuan indahMu

Engkau adalah Sang Pemilik Cinta

Sesungguhnya hati ini lemah akan riak godaan,

maka jagalah cinta ini hingga tiba saat persembahan yang Engkau ridhoi

Duhai Illahi…

Jika boleh hamba mengajukan pinta kembali

Semaikan bibit kesabaran dalam tiap detak jarum penantian

Tiupkan angin keikhlasan tuk redakan resah gulana

Jadikan penantian ini indah dan sarat manfaat

Amien…

Ditulis tgl: 17 Oktober 2008, 08.59p.m.

Komentar (1) »

YES!!!! AKU GAGAL!!!!

Lho..ko bisa dikasih kegagalan malah seneng?Iya dong..berarti saya dapat training kehidupan lagi. Gratis pula! Gagal tidak melulu harus diisyaratkan sebagai mega hitam yang mencekam tapi dibalik itu saya percaya pasti ada kilau keberhasilan yang menanti saya. Kegagalan selayaknya api yang akan menempa sendi-sendi kedewasaan.

Tanpa ada firasat sebelumnya (he2x..saya itu org yg optimis!jadi bawaannya pede aja), sesampainya di rumah saya disambut dengan kabar kegagalan aplikasi ADS saya. Biar lebih imajinatif, kira2 begini petikannya:


Mama saya: (dengan gaya betawi yang polos) “ Itu…tadi ada tukang pos nganterin surat apa tuh bahasa inggris mama mah kaga’ ngerti, ya udah ditanyain ke Aja (kakak ke2 saya) ..eh taunya kuaga’ dapet.! Ya..mama lemes.”

Saya: JLEG…(duh niy orang rumah..emang kurang paham teknik psikologis, empati dikit kek masa orang pulang capek2 langsung diguyur berita buruk gini.)

Saya: Masih speechless…(demi melihat kekecewaan yang menggelayut di muka mama dan kakak perempuan saya, sontak saya bersuara dengan gaya cengengesan)

“Ya…namanya juga udah usaha ma…kan emang udah mimi ceritain kalo peminatnya banyak..hebat2 lagi,biasanya emang butuh ikhtiar lebih sampai tahunan malah buat ngedapetinnya (ko jadi kebalik gini ya..siapa yg mestinya dihibur sebenernya he2x)”.

Mama saya: gantian speechless…masih dengan muka ngenes

Maafkan anakmu ini ma….

Saya paham mimpi mengejar master tidak hanya milik saya seorang namun sudah menjadi impian keluarga saya seutuhnya..bahkan ini telah menjadi pesan terakhir Almarhum Bapak ke saya (Jadi kangen bapak).

Siapa sih yang ga pengen ngeraih impian secepatnya? Saya percaya kegagalan ini berarti bahwa saya memang belum layak mendapatkannya. Pasti di luar sana, ada orang yang lebih dari saya.. ya lebih ikhtiarnya, lebih khusyu dan rajin doanya, serta yang paling penting lebih mulia niatannya. Saya jadi berintrospeksi..jangan2 niat saya sudah terkorosi oleh ambisi indivudualis saya saja..jangan2 saya hanya sekedar mengincar gelar, padahal tujuan si pemberi beasiswa tentunya menginginkan pengabdian yang konkret bagi masyarakat. Naudzubillahi min dzalika sekarang saatnya bagi saya untuk kembali meluruskan niat.

Kembali kepada konsep kegagalan, saya meyakini bahwa kualitas seseorang justru terlihat dari caranya menyikapi tantangan(baca:ujian) di depannya, entah itu yang bermuka manis serupa keberhasilan maupun yang bermuka masam serupa kegagalan. Dalam konteks kegagalan, ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi.

Pertama, si trainee (ingatlah kegagalan sebagai rangkaian pelatihan) akan sangat terpukul, diiringi rasa percaya diri yang terjun bebas, dan pada akhirnya memutuskan untuk mundur dari area persaingan, kita menyebut orang seperti ini sebagai orang yang celaka atau yang lebih sadis lagi digelari looser alias pecundang.

Kemungkinan kedua, sedih sesaat lalu menyadari dirinya tidak kompetitif dan memutuskan untuk melanjutkan hidup tanpa mengikutkan kembali impian tadi dan mencari lahan garapan lain yang lebih rasional, kita menyebutnya sebagai golongan orang yang merugi alias jalan di tempat.

Nah golongan yang ketiga merupakan tipe yang digelari juara, yang mampu melampaui rangkaian training dengan prestasi outstanding! Dia bisa memerah sari manis dari buah yang pahit sekalipun. Dia bisa mencuri pelajaran mengenai kesuksesan dari kegagalan yang didapatnya dan dia tidak akan melungsurkan niatnya sebelum tertawar oleh kesuksesan.

Saya jadi tergoda untuk memflash-back beberapa kegagalan yang saya alami belakangan ini. ADS merupakan apply beasiswa saya yang kedua setelah IIEF yang juga ditolak pada tahap I. Tahun ini merupakan tahun pertama saya memberanikan diri untuk mulai mengajukan beasiswa. Lesson learnednya…saya sudah berani memulai, bukankah tahapan yang tersulit justru pada saat memulai sesuatu kan?

Tahun ini saya juga ikut beberapa tes CPNS, yang pertama Bappenas saya harus berlapang dada tidak lolos short list tahap 1 karena IP saya yang tidak sampai Cumlaude. Saya sempat protes karena kualifikasi yang diminta terang2an IPK lebih dari 2.75. Kembali saya berhusnudzon mungkin Allah punya kejutan yang lebih manis. Tak lama berselang saya memberanikan diri mengajukan lamaran CPNS, kali ini BKKBN. Seleksi administrasi lolos, tapi ketika hari H tes saya menemui hambatan hingga terlambat nyaris 45 menit, Alhamdulillah saya masih diberi dispensasi! Meski belum tau hasilnya tapi saya senang masih berkesempatan ikut tes.

Berbekal kepercayaan diri saat BKKBN, saya mengajukan diri untuk Depkes lowongan yang paling saya idam2kan. Ternyata kembali saya harus menelan pil pahit, saya tidak lolos administrasi! Berembus kabar kalau spesifikasi peminatan SKM skrg lebih diketatkan padahal saya sudah mepersiapkan diri jauh2 hari dengan menekuni buku2 soal di waktu luang saya. Seketika kekecewaan memenuhi rongga dada saya, hati kecil saya berbisik.. Ya Allah kenyataan apalagi yang Engkau siapkan? Allah Maha Mendengar belum lama berselang dari kepastian tidak lolosnya saya, 30 menit kemudian saya mendapat kabar pembukaan CPNS di kota tempat saya tinggal. Allahu Akbar!! Meski saya juga belum tau hasilnya sekarang namun saya puas waktu belajar yang saya habiskan tidak sia2.

Terngiang untaian SMS nan indah dari seorang sahabat: Tabir yang memisahkan kita dengan keberhasilan adalah keputusasaan..Sungguh, jika kita dapat membuka itu maka dengan izin Allah, kita akan mencapai banyak kebaikan”

Semoga saya bisa menyikapi kegagalan ini secara positif dan menjadikan moment ini sebagai titik balik ikhtiar saya dan berbuah keberhasilan pada akhirnya. Terkenang masa dulu saya diserang keresahan detik2 menunggu pengumuman kelulusan SMA (zaman itu sarat dengan isu2 yang meresahkan dengan standar kelulusan yang baru), dengan suara lembut Alharhum Bapak saya berkata, “Sudahlah..kamu coba tawakal sama Allah..toh kamu sudah melakukan yang terbaik. Kalaupun gagal..kamu harus ingat berapa banyak keberhasilan dan kemudahan yang pernah kamu dapat tapi bahkan mensyukurinyapun kamu lalai..mungkin kali ini Allah ingin mengingatkan kelalaian kamu..Bapak ga pa pa”. Nyes!!kata-kata Bapakku itu begitu mujarab langsung mendinginkan hatiku. Mungkin kata-kata itu sederhana, tapi mengingat yang mengucapkannya adalah seseorang yang merampungkan SDpun tidak, kata-kata itu begitu indah mengalun di telingaku. Aku yakin jika beliau ada disini sekarang, beliau juga akan mengatakan hal yang sama…

”Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai mereka mau merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri (QS. 13:11)”

Tetap Semangat Mimi !!!

Komentar (2) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.