Syndrom 20? Wah..sejenis kumpulan penyakit apakah itu? He2x..jangan terlalu serius dulu..istilah itu saya pinjam dari istilah teman2 semasa kuliah, dengan alasan di usia sekitar itulah syndrom ini mulai menjangkit, meski g menutup kemungkinan di bawah usia itu juga sudah terkena.
Jadi apa toh sebenarnya syndrom 20 itu? Syndrom 20 adalah suatu kondisi dimana keinginan untuk membina rumah tangga a.k.a menikah memuncak (lagi2 soal nikah..he2x dah ketebak y), kondisi ini sangat fluktuatif , bergantung pada ada tidaknya faktor pencetusnya. Faktor pemajannya bisa macam2 bisa karena baca buku atau film yang menyentuh ranah pernikahan (tentunya yang bernada indah dong), lewat diskusi atau obrolan ringan seputar isu ini (biasanya saat kumpul dengan teman lama, reuni, atau saat kumpul keluarga). Bentuknya beragam seperti obrolan berikut: “Eh tau g si A udah nikah lho ..atau si B sekarang sudah punya momongan loh dan sebagainya..dan sebagainya.. Namun (berdasarkan pengalaman saya nih), pencetus yang paling efektif adalah saat teman atau saudara terdekat kitalah yang menikah..wuih susah untuk g tergerak..apalagi kalau sang mempelai adalah teman sepermainan kita..ma’nyus deh rasanyaJ
Hal inilah yang terjadi dengan saya minggu ini…3 orang dekat saya (2 sepupu dan 1 teman kecil saya) menikah dalam jangka waktu 1 minggu sekaligus. Bukan..bukan saya iri atau tidak senang dengan pernikahan mereka. Saya turut bahagia dengan segunung doa dan harapan semoga pernikahan mereka senantiasa diiringi barokahNya. Namun..kejadian ini sedikit banyak mengusik sisi kemanusian saya..terlebih bagi seorang muslim,saya sadar betul betapa besarnya esensi pernikahan sebagai ibadah, tidak tanggung2 nilainya setara dengan separoh agama!!
Sewaktu teman kuliah saya menikah beberapa waktu lalu, saya masih nyantai-nyantai aja sewaktu ditodong sama Dinie temen sekelas saya juga. Dia nanya apakah saya ga terusik dengan kondisi temen2 seangkatan yang sudah cukup banyak beralih status (kalo g salah udah sekitar 8 y?). Kira2 jawaban saya kaya’ gini:“ya udahlah din..nikah kan bukan suatu kompetisi..setiap orang dah ada jatah waktunya masing2, kita ga bisa menginterupsinya..kita hanya perlu bersabar..Allah pasti lebih tau saat yang paling tepat untuk kita..toh saya masih comfort dengan kejombloan saya ini..malah bisa fokus pada proyek besar saya (apalagi kalau bukan ngejar beasiswa:))“.
Baru beberapa bulan berselang, gantian saya yang mengalami kegalauan yang sama..mengingat jawaban saya waktu itu sama dinie saya jadi malu sendiri! (He2x sorry din..kadangkala di satu titik..hati mang g bisa kompromi sama logika y, payah!).
Bukan kali ini saja saya mengalaminya, yang lebih parah saat skripsi saya terbentur kendala yang cukup serius. Ketika teman2 sudah merampungkan proposalnya, saya masih harus berkutat dengan laporan magang yang dituntut seideal mungkin oleh pembimbing saya. Kala itu saya merasa lelah untuk menghadapi masalah sendirian terlebih saat itu teman2 terdekat yang biasanya selalu ada, mulai menjauh sama2 tertelan kesibukan skripsi masing-masing. Cengeng banget y! Untung ada novel Laskar Pelangi (LP) yang selalu manjur mengobati rasa frustasi saya..tiap kali saya mulai jenuh, tiap kali itu pula saya menekuri kata demi kata yang melukiskan perjuangan anak2 belitong itu, terlebih cerita mengenai lintang yang harus terhenti mimpinya karena terlanggar takdir..seketika saya merasa jadi orang yang sangat beruntung!. LP selalu berhasil menyuntik semangat saya..jadi bisa dibilang LP merupakan salah satu referensi skripsi saya ..dari aspek spiritual tentunyaJ.
Tiap kali mengalami syndrom 20 ini..Entah mengapa saya jadi resah..resah dengan masa penantian yang harus saya lewati..bisa jadi penantian itu hanya sebentar bisa juga sangat lama atau bahkan mungkin saya tidak termasuk golongan yang beruntung mendapat pasangan di dunia.. Wallahu’alam Bishawab.. Saya g mau berandai-andai. Saya pasrahkan semuanya pada Allah..Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambaNya..
Saya jadi ingat sms salah satu teman saya kira2 bunyinya begini:
“Goreslah kanvas kehidupanmu dengan sketsa cita dan rencana..
Namun biarkan sang Pelukis Takdir untuk menghiasnya dengan kuas ketentuanNya ..
Sungguh, takdirnya selalu indah..”
kata-kata yang menentramkan, bukan? tepat sekali untuk hati yg sdg bergejolak
Ya Rabbi..
Malam ini hamba kembali tersungkur mengadu padaMu..
Bukan..bukan maksud hamba mengeluhkan garis ketentuanMu
Hamba hanya ingin memohon KemurahanMu
Wahai Allah…
Engkau adalah Sang Pemilik Takdir
Sesungguhnya takdirMu kebal terhadap segala bentuk kalkulasi,
maka kukuhkanlah hati ini dengan tonggak keyakinan akan ketentuan indahMu
Engkau adalah Sang Pemilik Cinta
Sesungguhnya hati ini lemah akan riak godaan,
maka jagalah cinta ini hingga tiba saat persembahan yang Engkau ridhoi
Duhai Illahi…
Jika boleh hamba mengajukan pinta kembali
Semaikan bibit kesabaran dalam tiap detak jarum penantian
Tiupkan angin keikhlasan tuk redakan resah gulana
Jadikan penantian ini indah dan sarat manfaat
Amien…
Ditulis tgl: 17 Oktober 2008, 08.59p.m.
rio berkata,
Mei 8, 2009 @ 9:00 am
asslmualaikum, perkenalkan saya adlah sosok human yang baru terjun ke dunia blog, it saja secara otodidak, ya saya sangat setuju atas persepsi antum mengenai problem “married”, dalam artian qt sbg manusia sudah ada porsinya masing2 mengenai jodoh dan rejeki
jadi apabila memang qt selalu dihadapkan dengan kjadian2 sperti, berarti allah sedang menguji qt, dan qt harus tabah dan tegar dalam menghadapinya
karena nantinya insya allah qt akan memetik hasilnya dengan baik
dalam artian keinginan qt akan tercapai
dan itulah rahasia allah………